Pantai Nanggelan, Keindahan di Balik Bukit di Jember Selatan

Sunday, September 04, 2016

Beberapa waktu yang lalu, saya dan dua orang kawan saya berencana jalan-jalan atau sekedar mengisi akhir pekan ke pantai selatan, di daerah Jember. Di tengah perjalanan kami berdiskusi "Bagaimana kalau ke Nanggelan?" Yang awalnya tidak ada pikiran untuk ke sana sama sekali.

Saya sendiri sebagai orang asli Jember bagian selatan, belum pernah ke sana. Saya sendiri tak tahu sebelumnya Nanggelan ini berupa pantai, atau perbukitan, atau apa. Dengan mengikuti arah penunjuk jalan yang ada di jalan, dan sekali dua kami bertanya, fix lah kami menuju Nanggelan.





Perjalanan ke Nanggelan sekitar 11km dari jalan masuk daerah Sumberejo, Ambulu, hingga ke tempat penitipan kendaraan di sana. Kendaraan sepeda motor bisa dititipkan di sini dengan biaya Rp 10.000,- . Untuk mencapai Pantai Nanggelan pun masih butuh perjalanan kaki sejauh sekitar 2km dengan relief perbukitan. Menurut Bapak Ngadino, penjaga sepeda titipan di sana pun demikian, jalur untuk ke Pantai Nanggelan cuma satu ini, harus lewat naik turun bukit. Makanya harus siap-siap air minum yang banyak sebab di sana tidak ada yang jual makanan maupun minuman.

Karena sebelumnya kami tidak ada rencana kemari, kami tidak membawa perbekalan, hanya ada sebotol teh yang tinggal sedikit di tas saya. Hausnya minta ampun saat naik dan turun bukit. Ibarat sebuah usaha yang keras, kadang kita ingin menyerah dan kembali pulang, tetapi apa yang sudah dimulai tetap harus diselesaikan. Ehe..

Berjalan naik dan turun ke bukit ini bagi saya sudah melelahkan, tapi karena penasaran dengan si pantai, musti tetap jalan. Sekali dua istirahat sejenak tak apa lah. Sampai terdengar suara ombak yang melegakan bahwa saya sudah mendekati tujuan. Saat mulai terlihat hamparan biru laut, kami makin bersemangat.

Pantai Nanggelan ini cukup sepi karena letak yang mungkin kurang strategis dan akses yang agak susah. Mungkin suatu ketika ada penyediaan perahu untuk sampai ke sana terutama bagi yang tak suka naik turun gunung dalam arti bukit ini, tetapi ombak di sini cukup besar.

Tapi sayangnya, banyak sampah bertebaran di pojok kanan pantai ini. Bekas orang-orang yang tak membawa pulang perbekalan seperti bungkus makanan dan air minum.

Sekitar dua jam kami menikmati keindahan di sini, merekamnya dalam memori kepala dan memori kamera. Untuk pulang, kami harus naik dan menuruni bukit kembali. Ini sama seperti "Life must go on: meski pada awalnya kita telah susah payah mencapai tujuan, setelah menikmatinya, kita tetap harus berusaha lagi untuk tujuan yang lain."

Menurut Pak Ngadino juga, untuk jalan pulang mengendarai motor ada dua jalur, bisa lewat jalur ke utara (jalur yang saya lewati saat berangkat tadi) dan lewat jalur selatan. Tapi saya tidak tahu lewat mana di jalur selatan, daripada saya tersesat lebih baik lewat yang awal saya pikir. Kadang ada juga orang-orang yang liburan kemping di sana, sepeda tetap dititipkan di tempat penitipan.

Mau coba kemari?

You Might Also Like

0 comments

Silakan tinggalkan jejak di sini :)

The Blogger Babes

Blogger Babes are Sophisticated Bloggers Seeking Simple Solutions and Support

BP Network

Blogger Perempuan

Indonesian Female Bloggers

https://www.facebook.com/groups/1949767178581022/

Instagram

Subscribe