Malas Bertanya, Nggak Sampai Tujuan: Malang Tempo Doeloe

Sunday, May 28, 2017

Yang benar mah, "Malu bertanya, sesat di jalan," kaleus...

Ya, mentang-mentang sudah ada google maps, kepala kita menunduk terus saat berjalan, fokusnya ke hape, takut tempat yang kita tuju kelewatan. Manusia cap milenial macam kita mungkin sudah terlalu dimudahkan dengan kecanggihan teknologi dalam genggaman. Tapi coba kita ingat lagi bahwa kita ini orang Indonesia yang katanya ramah dan murah senyum, maka bertanyalah saat bingung.

Percayalah, google maps tidak selalu akurat. Pagi hari kala itu, saya dan seorang kawan yang tengah libur ke Malang, merencanakan mau pergi ke Museum Malang Tempo Doeloe. Setelah menjelajah internet dan mencari tahu kapan jam buka tempat tersebut, kami bersiap. Sebenarnya tak ada niatan mau ke mana atau ke mana, hanya karena kereta  pulang ke Jember baru berangkat pukul 3 sore, dan wisata terdekat adalah ke situ, ya sudah.

di halaman depan dengan dinding yang dipenuhi foto-foto malang masa silam. 

Di pencarian google, museum tersebut buka pukul 08.00 WIB, tapi saat kami sampai di titik lokasi sesuai google maps, tempat tersebut tertulis buka jam 10.00 WIB. Ya sudah tanpa bertanya apa, kami makan dulu di warung pertigaan sebelah lokasi.

Daripada menunggu lama ke jam 10.00, kami memutuskan pulang ke penginapan. Setelah check out jam 12, kami ke tempat yang tadi.

Syukurlah sudah buka. Anehnya, kenapa sepi, ya? Kemudian ada mbak-mbak yang sepertinya karyawan di tempat itu lewat, dan sata bertanya, "Mbak, ini beneran sudah buka, kan?"

"Oh, sudah Mbak, silakan masuk saja," jawabnya kepada saya.

Saya dan kawan pun masuk, setelah mengitari seluruh ruangan, kami pun sadar, ada yang aneh sepertinya. Di dalam sana, ada beberapa orang makan, dan tempatnya tidak sama seperti gambar/peta Museum Malang Tempoe Doloe yang tertempel di dinding halaman depan tempat ini. Sebenarnya keberadaan peta tersebutlah yang membuat saya yakin kalau tempat ini adalah museum yang kami tuju.

Koleksi kaset-kaset lama di ruang depan


Sampai di situ masih tidak terlalu kami pikirkan. "Ah, mungkin memang karena sepi dan sudah mengalami perubahan, kali." pikir kami.

Tapi...

Karena saya agak kepikiran, sesampai di Jember, saya browsing lagi di internet mengenai Museum Malang Tempoe Doeloe. Ternyata, lokasi yang tepat adalah di belakang balai kota Malang. Sementara tempat yang kami kunjungi tadi bukan di belakang balai kota, tetapi sebenarnya sudah dekat.

sebuah bukti kebodohan: kami kembali ke tempat yang kami kira museum malang tempoe doloe, setelah berganti baju dan siap pulang ke kampung halaman. 

Arrgghh....  Jadi, yang kami kunjungi tadi sebenarnya adalah rumah makan yang didisain tradisional dan tempoe doloe juga *tepok jidat*. Kalau tidak salah namanya rumah makan Inggil, apa ya? Pantas saja karyawannya juga nampak kikuk pada kami. Betapa bodohnya, kenapa tidak bertanya pada orang-orang di sekitar yang kami temui untuk memastikan.

Berbekal pengalaman itu, saya menyimpulkan bahwa google maps tidak selalu akurat, bisa saja orang salah menandai lokasi. Sebuah pesan yang saya petik, jangan malas bertanya dan menyapa orang-orang untuk mengetahui lebih jauh tentang suatu hal. Atau jangan-jangan, pikiran kami saat itu yang tidak akurat?

Punya cerita bodoh macam ini? Jangan malu berbagi di kolom komentar ya. Hehe...


You Might Also Like

0 comments

Silakan tinggalkan jejak di sini :)

The Blogger Babes

Blogger Babes are Sophisticated Bloggers Seeking Simple Solutions and Support

BP Network

Blogger Perempuan

Indonesian Female Bloggers

https://www.facebook.com/groups/1949767178581022/

Instagram

Subscribe