Wisata Edukasi Kopi dan Kakao di Puslitkoka

Tuesday, May 16, 2017

Selamat datang di tulisan kunjungan saya dan sahabat saya, Isya, ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) di Jalan Kebun Renteng Jenggawah, Rambipuji, Jember. Saya sebagai orang Jember asli malah baru ini ke sana, saya pikir Puslitkoka ini ya sekedar sebuah tempat penelitian, tetapi tidak. Banyak hal menarik di dalamnya. Yuk, lanjut baca ya.


Isya dan saya di sudut favorit pengunjung
Coffee and Cocoa Science Techno Park

Saya berkunjung ke mari justru diajak (tepatnya minta diajak) oleh sahabat saya ini karena beberapa hari sebelumnya dia membawa coklat kemasan dari Puslitkoka ini. Coklatnya enak dengan kemasan yang tentunya nggak ada di toko-toko/minimarket. Saya jadi ingin beli juga. Hihi...

Kawan-kawan kalau mau berkunjung ke Puslitkoka di jalan Kebun Renteng Jenggawah ini bisa lewat dua jalur, dari daerah Kaliwining, Rambipuji atau masuk lewat dari Jenggawah. Masuk ke mari mah gratis, nggak perlu tiket masuk. Eh, ada ding, bayar parkir kendaraan dua rebu rupiah saja. Buka dari jam 08.00 sampai 16.00 WIB setiap hari, kecuali weekend (Sabtu dan Minggu) hanya sampai jam 15.00 WIB.

Awali perjalanan edukasi kawan-kawan dengan naik kereta edukasi yang unik. Kereta ini dari kayu, jadi sejuk sekali saat naik kereta ini. Untuk naik kereta edukasi, kawan perlu membayar Rp 10.000,-. Dengan itu kawan bisa mengelilingi kebun kopi dan kakao di sini. Di dalam kereta juga ada pemandu yang akan menjelaskan seputar kopi dan kakao selama di perjalanan. Jika ingin bertanya-tanya soal tanaman kopi dan kakao, bebas saja, mumpung kita sedang ada di sini.

Kereta edukasi di Puslitkoka

di dalam kereta edukasi, nah di belakang saya itu Mas Pemandu-nya

Di kebun yang kita lewati juga akan ada rusa-rusa yang hidup di sini. Kita akan diturunkan sebentar jika  ingin sekedar memberi makan rusa, berfoto, dan berdekatan langsung dengan rusa tersebut. Oh iya, rumput untuk ngasih makan rusanya sudah disiapkan, kok.


Setelah memberi makan rusa, kita lanjut perjalanan kereta edukasinya mengelilingi kebun kopi dan kakao. Kita akan menjumpai kolam renang untuk anak-anak, dan kuda yang bisa kita sewa untuk naiki jika bertepatan pada hari sabtu dan minggu kunjungan kita. Kalau mau naik kuda cukup membayar Rp 15.000,- dan jadilah kita ksatria kuda amatir, hihi...

Setelah melewati perjalanan sekitar kurang lebih 1 km mengelilingi kebun, kita sampai di akhir perjalanan. Penumpang diperbolehkan turun atau tetap ikut kereta di tempat pemberhentian. Saya memilih turun untuk mengikuti tur pengolahan kopi dan kakao dari awal panen hingga menjadi kopi dan coklat kemasan.

Memulai tur pengolahan kopi dan kakao dengan mas pemandu
Sebaiknya kawan jangan melewatkan tur pengolahan kopi dan kakao ini, selain dapat ilmu kita juga tahu proses pembuatan kopi dan coklat kemasan. Nah, kebetulan saat saya mengikuti tur ini, mesin-mesin yang ada di hadapan saya (gambar di atas) tidak sedang bekerja. Oh, ternyata pemamenan dan pemrosesan bagian awal-nya dilakukan dalam waktu 20 hari sekali, kata mas pemandu begitu.

contoh cetak coklat dan coklat kemasan yang sudah jadi, produk Puslitkoka
Di ruang pengolahan, kita bisa melihat proses biji coklat maupun kopi diolah dan dipisah dari ampasnya. Tetapi kita nggak bisa masuk ke ruangannya. Kita hanya bisa melihat dari kaca-kaca di sisi ruangan. Saat saya ke mari, para pegawai di sini sedang istirahat dan shalat, jadi kebetulan kosong. Kata mas pemandu, biasanya kita tur edukasi juga sembari melihat bagaimana para pengolah coklat dan kopi ini bekerja.

Ruang pengolahan kopi dan kakao
Saat kita melewati ruang-ruang pengolahan kopi dan kakao itu, harum kopi dan coklat menyeruak. Wajib beli oleh-oleh olahan coklat dari Puslitkoka, nih. Bahkan ampas dari kopi di sini bisa diolah menjadi sabun, loh.
Outlet Kopi dan Kakao
Setelah selesai wisata edukasinya, mari kita beli oleh-oleh yang banyak tersedia di outlet kopi dan kakao ini. Mulai dari coklat harga Rp 7.500 hingga ke atas. Outlet ini juga berupa kafe, kawan bisa memesan kue atau minuman di sini. Kalau ingin duduk-duduk di taman juga bisa. Di Puslitkoka ini juga ada masjid, jadi kawan tidak perlu khawatir saat masuk waktu shalat. Selain beberapa hal tadi, ada juga tempat bersantai yang ramai oleh pengunjung di bagian kanan dari puslitkoka ini. Semacam tempat duduk dan ada penjual makanan di sampingnya.

Bagaimana kawan? Sudah pernah ke mari? selamat berlibur, ya.


You Might Also Like

0 comments

Silakan tinggalkan jejak di sini :)

Subscribe