Kelebihan dan Kekurangan Penginapan Dorm Room

Tuesday, November 14, 2017

Memilih penginapan menjadi salah satu hal penting saat melakukan suatu perjalanan jauh atau liburan. Penginapan juga menentukan kita bisa beristirahat dengan nyaman atau tidak. Model penginapan yang kita pilih tentunya juga ditentukan oleh budget yang kita punya. Pastinya kita tidak mau budget jalan-jalan kita jadi menipis hanya untuk penginapan saja.

Backpacker atau traveler dengan budget pas-pasan, memilih penginapan model dorm room menjadi pilihan yang bisa menyelamatkan dana jalan-jalan.  Dorm room ini kamar penginapan yang di dalamnya nggak cuma satu tempat tidur, tetapi ada banyak bed (bisa single bed atau bunk bed/dipan bertingkat) yang merupakan sharing room. Apalagi solo traveler yang nggak bisa patungan dalam menyewa penginapan, semuanya kudu ditanggung sendiri. Atau backpacker yang ingin merasakan suasana penginapan berbeda, dorm room juga bisa jadi alternatif.

ilustrasi ruang penginapan dorm room
via worthview.com

Tetapi, sebelum memilih mana yang pas, baiknya kita tahu apa kelebihan dan kekurangan tinggal di penginapan model dorm room ini. Sebagai orang yang suka jalan-jalan, tapi budget pas-pasan, saya juga pernah menyewa penginapan model asrama tersebut. Saya ingin berbagi pengalaman bagaimana enak maupun nggak enaknya menginap di kamar model dorm room. lets check it out!

KEKURANGAN
Kok kekurangannya dulu yang dibahas? Iya, biar kita terbiasa mencerna sesuatu yang buruk dulu baru setelah itu dipertimbangkan kelebihan di balik itu semua. Ehehe...

Minim Privasi
Kamar yang digunakan bersamaan dengan para traveler lain tentunya menjadi minim privasi karena ruangan tersebut bukan cuma milik kita sendiri. Meskipun di dalam ruangan, kita nggak bisa buka dan ganti baju sembarangan, apalagi kalau kamar campur laki-laki dan perempuan.

Sewaktu saya menyewa dorm room, saya mendapat room mate 1 perempuan dan 4 laki-laki. 2 di antaranya turis luar negeri. Nah, karena bukan kamar khusus wanita, sepanjang malam saya juga cukup gerah sebenarnya mau buka atau ganti hijab walaupun ada AC. Itulah nggak enaknya kalau asal pilih.

Kurang Bebas
Penginapan dengan model dorm room di tiap kamarnya kadang juga menyediakan kamar mandi. Menjadi kurang bebas ketika kita ingin ke kamar mandi atau BAB saat jam orang-orang tidur. Bahkan mau kentut saja kita juga pikir-pikir, kan. Ehehe...

Saat saya menginap di dorm room, saya dapat tempat tidur di bagian atas dengan tempat tidur model bunk bed. Saya nggak bisa minta bed yang bagian bawah karena saya datang paling akhir dan bed-bed lain sudah terisi penuh. Efeknya, kalau mau naik turun bed juga lumayan musti naik turun tangga dulu, dan takut mengganggu orang di bawah kita. 

Risiko Barang Hilang
Barang-barang kita tentunya tidak mungkin dibawa ke mana-mana saat kita keluar dari penginapan. Beruntung jika ada loker atau lemari, barang yang penting bisa diamankan. Sebab tidak menutup kemungkinan ada orang yang bisa saja mengambil barang kita dengan kondisi penginapan banyak orang asing.  

Istirahat Kurang Nyaman
Saya sih tidak masalah dengan kebiasaan orang mendengkur, tetapi bagi sebagian orang bisa saja hal itu cukup mengganggu tenangnya tidur. Ruangan juga tidak selalu dalam keadaan sepi dan tenang sebab para backpacker lain pastilah ada yang masih umek.

KELEBIHAN
Di antara beberapa kekurangan di atas, ada kelebihan-kelebihan yang bisa kita pertimbangkan untuk memilih penginapan dorm room ini.

Lebih Murah
Dorm room termasuk penginapan tipe hostel, yakni penginapan murah dengan model kamar sharing, tetapi ada juga hostel yang menyediakan privat room. Dorm room memang cocok untuk backpacker yang sangat mempertimbangkan budget. 

Bertemu Orang-orang Baru dari Berbagai Tempat
Orang-orang asing ini tentu bisa diajak berkenalan dan menjadi relasi baru, tentu saja itu hal menarik. Kita bisa berbagi cerita, berbagi pengalaman, dan mengenal budaya masing-masing.

Karena saat saya menginap di dorm room ini datang malam hari, saya juga tidak sempat berbincang dengan para roommate saya. Hanya satu sempat saya ngobrol sebentar dengan traveler perempuan dari Perancis menjelang tidur, itu pun karena ia tidur di bed bawah saya. 

Melatih Mental Adaptasi
Menjadi orang yang suka jalan-jalan, kita juga musti cukup fleksibel dengan keadaan. Saya sebagai orang introvert lebih menyukai ketenangan dan keadaan sepi, tetapi saya juga senang bertemu orang-orang baru. Hal itu akan memperkaya pengalaman dan cerita bagi saya sendiri, ya saya pikir begitu.

Nah, setelah melihat plus dan minusnya penginapan model asrama tersebut, kita bisa pertimbangkan kembali apakah cocok dengan kebutuhan kita atau tidak. Selamat berlibur.

Kalau kawan punya cerita seperti di atas, bisa lho tulis di kolom komentar bagaimana pengalamannya. Hehe... 

You Might Also Like

2 comments

  1. Keren nih ulasannya, Mbak. Tertata sekali..

    Sayang, daku belum pernah punya pengalaman tinggal di dorm room atau bunk bed. Kalau daku pribadi kayaknya bisa juga menahan diri, membetah-betahkan, tapi jangan sampai lama-lama. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mba Dian,sudah setia jadi pembaca blog saya. Hehe

      Nah itu dia Mba, untungnya saya cuma semalam di situ. Model orang seperti kita memang bisa betah ya, tapi ya nggak bisa lama-lama. Hihi

      Delete

Silakan tinggalkan jejak di sini :)

BP Network

Blogger Perempuan

Indonesian Female Bloggers

https://www.facebook.com/groups/1949767178581022/

Subscribe