Baluran the Little Africa

Wednesday, February 21, 2018

Beberapa waktu yang lalu saya ke Baluran, sebuah taman nasional di Jawa Timur tepatnya di ujung timur yang meliputi kawasan Situbondo dan Banyuwangi. Baluran dikenal dengan sebutan The Little Africa in Java, sebuah Afrika kecil di Jawa.

Baluran the Little Africa

Berangkat dari Jember sekitar pukul 05.05 WIB dengan mengendarai motor bersama kedua teman saya melalui jalur Jember - Bondowoso - Situbondo. Melewati Bondowoso pada pukul 05.25 WIB. Terasa cepat sekali bagi saya, tak terasa, tentu saja karena jalanan masih sepi sehingga dapat melajukan motor dengan cepat tanpa macet maupun lampu lalu lintas. Sekitar pukul 07.00 WIB kami sudah memasuki Kawasan Taman Nasional Baluran yakni berupa jalan raya di antara pepohonan dengan ditemui banyak monyet berkeliaran di kanan dan kiri jalan.

sepanjang jalan 


Kami tiba tepat di Taman Nasional Baluran pada pukul 07.28 WIB untuk membayar tiket masuk menuju kawasan sabana. Sekedar informasi, rincian tiket masuk yang kami bayar per-orang saat itu berupa:

1. Karcis masuk kendaraan roda 2 sebesar @ Rp 5.000,-
2. Karcis masuk pengunjung Taman Nasional Baluran Nusantara @ Rp 5.000,-
3. Karcis masuk pengunjung Taman Nasional Baluran Pengamatan Hidupan Liar @ Rp 5.000,-

Karcis masuk tersebut berlaku perhari untuk tiap orang-nya atau tiap kendaraan. Bisa juga loh yang ingin foto pre-wedding di kawasan ini, dengan dikenakan biaya Rp 250.000,-; sementara untuk video komersil dan shooting film masing-masing 1 juta dan 10 juta rupiah.

Setelah membayar karcis masuk, langsung menuju ke tempat wisata yang ada dalam kawasan ini. Berikut beberapa yang biasanya dinikmati pengunjung Baluran.


SABANA BEKOL
Sejauh 15 kilometer dari tempat pembayaran tiket masuk menuju Sabana Bekol. Dengan kondisi jalanan yang kadang berbatu, tidak rata, dan beberapa licin dan berlumpur karena sedang musim penghujan.

Sabana Bekol ini berupa padang rumput yang sangat luas dan alami dengan hewan-hewan bebas berkeliaran di sabana ini. Yang kami temui saat itu kawanan rusa, kerbau, dan monyet serta kupu-kupu yang masih bertebaran. Dengan monyet-monyet yang banyak berkeliaran, tak perlu takut asalkan tidak membawa makanan yang mampu membuat monyet-monyet ini mengejar pengunjung. Yang perlu diperhatikan juga, dilarang memberi makan monyet agar monyet-monyet ini tidak tergantung pada manusia dalam mencari makan.

Pemandangan Gunung Baluran, pohon 'khas' sabana bekol, dan pajangan tanduk menjadi latar foto yang indah (seperti foto paling atas pada tulisan ini).


Pada pagi hari sekitar jam 4-5 bisa ditemukan 'atraksi' hewan liar di sini. Menurut Pak Anis Zulfikar, selaku petugas informasi di sini, pada jam-jam tersebut dapat ditemui ular cobra, banteng, lutung, bahkan merak yang menawan, dan lain-lain. Keeksotisannya tersebut yang membuatnya dijuluki the Little Africa.



A post shared by Ajeng Veran (@ajengveran) on



pemandangan yang masih sama
foto ini diambil pada 2014 Ramadhan. 


MENARA PANDANG
Menara Pandang ini ada di kawasan Sabana Bekol yang bisa digunakan untuk menikmati luasnya sabana yang terbentang. Sayang sekali pada saat saya ke sana terakhir kali kemarin, kondisi menara pandang sedang dalam perbaikan sehingga tidak diperkenankan naik ke atas. Wah, akan jadi lebih bagus lagi pastinya.

dari menara pandang pada 2014 silam


PANTAI BAMA
Kami tak sampai ke Pantai Bama. Pantai Bama berjarak 3 kilometer dari Bekol. Pastinya saat itu jalanan berlumpur. Karena kami terburu pulang sebelum hujan, kami tidak menyempatkan ke Pantai Bama.

Perjalanan saya tahun 2014 lalu sempat ke Bama. Pantainya tenang, tidak terlalu berombak, dan tentu monyet di sana agak lebih ganas dari monyet di Bekol. Sayangnya, menurut saya pantai di sini sedikit kotor dengan sampah bungkus makanan, dan daun-daun kering yang jatuh ke bibir pantai sehingga terlihat mengurangi kejernihan air di pinggir-pinggir pantai. Namun itu pengalaman 3.5 tahun silam. Mungkin saat ini sudah mengalami perbaikan.


Kondisi pantai Bama yang tenang
(foto: dokumentasi pribadi 2014)

Itulah beberapa hal yang bisa kita kunjungi dan temukan jika berwisata ke Taman Nasional Baluran. Teman-teman kapan ke sini? Atau sudah pernah ke sini? Ada pengalaman yang mengesankan? 

You Might Also Like

7 comments

  1. Keren pisan asli ... Pemandangannya ... Tiket tergolong murah lg ya ... Thanks ya infonya ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, seluas mata memandang. Terima kasih kembali..

      Delete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. Nice article!
    Saya ke Baluran juga bulan lalu, sayangnya nggak melihat 'atraksi' hewan liarnya huhuhu
    Soalnya sy kesana siang menjelang dhuhur dan segera keluar karena gak mau kehujanan hahaha.

    Semoga lain kali bisa main ke Baluran pas kemarau biar lebih bisa menikmati hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, Mbak Nurul!

      Terima kasih sudah meninggalkan jejak. Yup, atraksi hewan-hewan itu kalau nggak memang kitanya menginap di sana, kemungkinan susah kita temui.

      Oh iya, penginapan di Savana Bekol sana juga cukup terjangkau loh, mulai dari 100ribu rupiah.

      Salam.

      Delete
  4. Wah, itu lagi agak kuning ya rumputnya? Nah itu baru kayak little Africa hehe.

    Waktu saya kesana, pas musim hujan, jadi rumputnya pada ijooo. Bukan Africa, tapi lebih mirip New Zealand kalau lagi ijo gitu xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kah? New Zealand...Hm

      Ehehe... Iya Mba, sebenarnya juga lagi musim hujan, tapi kawasannya lagi nggak hijau-hijau banget. Pagi sampai siang panasnya setengah mati, menjelang sore tiba-tiba hujan. Ah, cuaca mah suka gitu ya.

      Delete

Silakan tinggalkan jejak di sini :)

The Blogger Babes

Blogger Babes are Sophisticated Bloggers Seeking Simple Solutions and Support

BP Network

Blogger Perempuan

Indonesian Female Bloggers

https://www.facebook.com/groups/1949767178581022/

Instagram

Subscribe