Posts

Ngeteh dan Nyoba Nasi Goreng Parahyangan di Gerbong Restorasi KA

Image
Makan selama perjalanan naik Kereta Api Indonesia adalah salah satu hal yang saya senangi. Makan dengan suasana bergoyang dan menikmati pemandangan sepanjang perjalanan kereta. Apalagi saat suasana hujan, beuh, apa nggak menambah suasana syahdu dan mengobati lapar, tuh. Bukan makan bekal atau roti atau snack yang kita bawa, melainkan makanan yang kita beli di Kereta Api (KA).



Biasanya prama dan prami (sebutan untuk pramugari KA) akan berjalan dari gerbong satu ke gerbong lainnya untuk menawarkan kepada penumpang KA baik itu makanan ringan maupun makanan berat, juga minumannya. Atau jika ingin lebih afdol, Anda bisa pergi ke kereta makan atau gerbong restorasi.

Gerbong restorasi ini biasanya diawali dengan lorong kecil yang kemudian terdapat tempat duduk dan tempat memesan makanan di dalamnya. Makan di sini tidak perlu merasa tidak nyaman seperti makan di dalam kereta penumpang karena sungkan dengan penumpang sebelah kita. Kok sungkan? Iya, kita makan dan dia nggak, kan jadi ngerasa n…

Si Manis dan Lembut Bluder Cokro Madiun

Image
Bertepatan dengan acara resepsi pernikahan sahabat saya di Madiun, Jawa Timur, sebelum saya pulang kembali ke Jember, saya dan beberapa teman mampir ke toko roti oleh-oleh Madiun. Roti ini cukup terkenal. Roti Bluder Cokro namanya. Katanya sih enak. Saya belum pernah coba sebelumnya. Berhubung teman saya mengajak beli, jadilah beli juga.
Bluder adalah roti cita rasa klasik yang bertekstur lembut dan berserat saat disobek yang merupakan perpaduan antara cake dan roti, dan menurut sejarah yang beredar, sudah berkembang sejak masa kolonial Belanda. 
Kalau bicara soal bluder, mengingatkan saya pada masa kecil. Namun bluder yang saya kenal saat masa kecil dulu adalah bluder tanpa rasa yang dijual di toko-toko dengan harga murah tanpa toping dan tidak terlalu lembut, namun cocok sekali digunakan untuk teman minum teh.


Bluder Cokro sendiri merupakan bluder khas Madiun yang memiliki rasa manis lembut, berwarna kekuningan, serta teksturnya berserat namun sedikit berminyak. Bluder kini sudah…

Review Geprek Bensu Jember, Geprek Ala Fast Food

Image
Kuliner masa kini yang sedang populer salah satunya adalah geprekan. Warung-warung geprek mulai menjamur. Ayam geprek, bebek geprek, telur geprek, tempe geprek, hingga sosis geprek.

Salah satu merk kuliner geprek yang saya datangi kemarin adalah Geprek Bensu. Warung makan geprek yang dimiliki oleh artis terkenal Ruben Onsu.

Mungkin jika kita pikir-pikir, the power of famous people itu benar adanya. Karena sesorang sudah memiliki masa (penggemar/orang yang mengenal) maka itu jadi salah satu tangga untuk mengembangkan bisnis dengan lebih mudah.

Review dan Rasa

Geprek Bensu ini berupa kuliner geprek seperti di warung-warung makan biasa, menurut saya, namun dikemas ala fast food. Dengan nasi yang juga dibungkus khusus dan tidak terlalu banyak. Ayam yang dimasak ala resto cepat saji dan ditaburi sambal geprek dengan pedas yang memiliki level 1 - 10. Rasa lumayan, tidak terlalu luar biasa, juga tidak buruk.

Geprek Bensu ini cocok untukmu yang lapar dalam keadaan tergesa ingin makan karena m…

Pengen Kulineran Berujung Makan di Pinggir Jalan

Image
Salah satu yang saya sukai dari jalan-jalan ke luar kota adalah menikmati kuliner di kota tersebut. Bukan berarti saya harus cicipi makanan khas yang benar-benar khas di daerah sana, tetapi lebih pada makan dengan suasana, warung, dan olahan makanan dari orang sana. Apakah Anda juga begitu?

Sebelum ke Banyuwangi bersama sanak famili berapa waktu lalu, tepatnya pagi sebelum berangkat, Bapak bilang sesuatu ke saya, "Nanti sarapan di sana saja, Bude bawa bontotan."

Bontot itu bekal. Ya, orang-orang desa kalau bepergian ramai-ramai memang suka bawa bekal entah itu dibungkus dengan kertas minyak atau pakai rantang dan lain-lain.

Saya sedikit kecewa dan bilang ke Bapak, "Yah, harusnya kan maem di sana saja, Pak. Kalau jalan-jalan ke luar kota, kan, sayang kalau nggak menikmati kulineran di sana."

Bapak diam tidak menanggapi. Tentu Bapak sudah paham kalau anaknya memang suka protes.
Setelah perjalanan melewati Gunung Gumitir yang berkelok sebagaimana jalanan pegunungan, s…

Banyuwangi Selatan, Sentranya Buah Naga

Image
Awalnya nggak mau ikut saat Bapak mengajak saya ke Banyuwangi, ke salah satu saudara kami untuk silaturahim. Bukannya apa, dua kali terakhir saya ke Banyuwangi melewati jalan berliku di Gunung Gumitir sebagai perbatasan Jember - Banyuwangi, saya mabuk kepayang. Hadeh. Coba dimabukkepayang karena cinta.

Tapi karena saya pikir selama tahun 2018 kemarin saya nggak banyak jalan-jalan, saya mau akhirnya. Yah, siapa tahu dapat konten blog. Seperti ini, yeah! Jadi, inilah cerita jalan-jalan saya di akhir tahun 2018 sehari sebelum pergantian tahun tepatnya.


Rumah saudara kami tepatnya di daerah Tegaldlimo, Banyuwangi. Sepanjang perjalanan di kawasan ini, tidak akan sulit menemui tanaman buah naga yang terletak di kebun-kebun khusus, pekarangan rumah, bahkan depan rumah pun jika ada tanah sempit kosong akan jadi tempat menjulurnya tanaman buah ini. Sungguh seperti harta di mana-mana.

Tanaman buah naga ini seperti kaktus. Bunga di setiap batangnya yang menjulur akan menjadi buah yang mirip bo…