Sunday, September 25, 2016

Paduan Sunrise, Perahu, dan Papuma yang Memesona

Saat semester awal-awal kuliah dulu, saya lumayan sering ke Papuma, pantai berpasir putih di wilayah Jember Selatan, tepatnya masuk wilayah Kecamatan Wuluhan. Selain dekat dengan tempat saya tinggal, teman-teman kuliah saya yang dari luar kota juga senang ke sana. Papuma atau kepanjangan dari Pasir Putih Malikan, merupakan tempat yang asyik untuk menikmati sunrise. Pasir putih ini dikenal juga dengan Tanjung Papuma.

Papuma ini berseberangan dengan Pantai Payangan. Payangan yang menurut saya merupakan tempat yang pas untuk menikmati senja bersama sunsetnya, sedangkan Papuma menjadi pantai yang pas untuk memandang sunrise atau matahari terbit dengan puluhan perahu yang siap berlayar di hari yang masih subuh.

Perahu Papuma menjelang matahari terbit

Untuk menuju Papuma, melewati jalanan mirip hutan tetapi masih ada sawah dan lereng tebing, dengan aspal yang tak mulus, semacam berbatu tetapi masih aman dan mobil pun bisa lewat jalan ini. Sebenarnya bisa lewat jalur Pantai Watu Ulo, tetapi akan dikenakan tarif dua kali, karena Pantai Watu Ulo dan Papuma tersebut berbeda wilayah meskipun berdekatan.

Saat artikel ini dibuat, tarif masuk Papuma Rp.17.000,- untuk satu orang saat weekend dan libur nasional. Belum termasuk ongkos kendaraan. Jangan khawatir tidak membawa bekal makanan ke Papuma. Banyak penjual makanan mulai dari rujak manis, bakso keliling, es puter, es krim, sampai dengan warung-warung depot dekat pantai yang menyediakan seafood hingga es degan. Fasilitas musholla, kamar mandi, dan toilet umum juga tersedia di wana wisata ini. Jika Anda datang dari jauh, atau luar Jember, di Papuma juga tersedia penginapan atau penyewaan tenda bagi yang ingin merasakan sensasi camping. Kios-kios souvenir juga bisa dijumpai di sini untuk oleh-oleh.

Saya pernah bersama kawan-kawan kuliah dulu menyewa tenda dan bermalam di dekat pantai sana. Namun karena cuaca tak bagus, gerimis dan mendung, membuat perasaan saya jadi menyenangkan dan lebih ingin tidur di rumah saja. Dan paginya saat kami menyerbu pantai untuk menikmati suasana pantai menjelang pagi, benar ada kejadian yang cukup tak mengenakkan bagi saya. Kamera saku dan hape saya terkena air laut karena lalai dalam menjaga. Keduanya tak bisa digunakan kembali karena air laut sangat cepat membuatnya berkarat meski telah dibawa ke service center esoknya (karena hari itu adalah hari minggu, service center tutup). Ah tapi lupakan sudah.

Papuma sebelah barat


Saat subuh adalah saat terbaik menuju pantai ini karena para nelayan sudah sibuk dengan perahunya, ufuk timur yang mulai berwarna oranye, dan sayang jika dilewatkan begitu saja. Sebuah perpaduan yang luar biasa bagus menurut saya.


Adakah pengalamanmu dengan Papuma?

Artikel Terkait

2 comments

Weiiitttsss... keren pantainya... jadi pengen ke sana

Ditunggu ya, Mbak, di Jember :)

Silakan tinggalkan jejak di sini :)
EmoticonEmoticon