Friday, September 28, 2018

Mengenang Tawa dan Menantang Diri di Yogyakarta

Saya ini pemalu, saya ini penakut, saya ini benar-benar anak rumahan yang jarang pergi kemana-mana kalau nggak bersama keluarga atau diajak teman ramai-ramai rekreasi ke suatu tempat. Sebagai anak perempuan satu-satunya dan tunggal, mendapat ijin ke luar rumah bahkan ke luar kota adalah hal yang susah-susah gampang. Iya, susah karena orang tua pasti takut saya bakal kenapa-kenapa kalau bepergian sendirian. Dan gampang, karena kalau orang tua sudah percaya dengan kita, mudah kok dapatkan ijinnya.

Tetapi, itu dua tahun lalu...

Ketika saya benar-benar ingin pergi sejauh lebih dari 473 kilometer dari kediaman saya. Iya, jarak Jember ke Yogyakarta kurang lebih sejauh itu. Sesuatu yang baru buat saya, bepergian sendirian demi suatu hal. Mungkin kalau bukan karena hal ini, saya nggak akan bela-belain ke sana. Apa hal? Sebuah pertunjukan komedi. Ya, stand up comedy pertama yang dilaksanakan di Lereng Gunung Merapi, Stand Up Gunung tahun 2016.

Penampilan Mas Dodit Mulyanto di Stand Up Gunung 2016

Saat itu menyenangkan, deg-degan, antusias menjadi satu. Bagaimana tidak? Saya bisa melihat langsung orang-orang yang biasa muncul di televisi, layar lebar, dan layar youtube. Hehehe. Atau istilah umumnya: artis. Norak, ya? Namanya juga excited dan baru pertama kali melihat deretan artis sebanyak ini dan mereka berseliweran di hadapan saya. Apakah saya minta foto ke mereka semua? Nggak. Saya hanya minta ke beberapa yang benar-benar saya idolakan dan mereka juga notice saya dari media sosial karena saya sering sapa juga. Aduh, senangnya.

Rasa khawatir dan tertantang pun ada. Perjalanan dan ngapa-ngapain yang dihandle sendiri itu ternyata cukup melatih mental adaptasi. Seru karena tak perlu menyesuaikan ini itu dengan teman, hanya perlu menyesuaikannya dengan diri sendiri. Bebas.

Momen tersebut membuat saya ketagihan datang di acara yang sama di tahun berikutnya, Stand Up Gunung 2017 dengan komika (sebutan untuk stand up comedian) yang lebih banyak, panggung yang lebih meriah, penonton yang lebih ramai, dan acara yang lebih rapi dan bagus dari tahun sebelumnya. Sangat meriah.






Malam yang bahagia di standup gunung
foto via @standupgunung twitter


MENYIMPAN BEST MOMEN SEBAGAI KENANGAN
Biasanya nonton video stand up comedy di televisi dan youtube, nah saat itu berkesempatan langsung merekam penampilan komedi tunggal ini, tentunya hanya untuk konsumsi pribadi diperbolehkan merekam, tidak untuk diunggah ke internet. Dengan kapasitas penyimpanan smartphone saya yang terbatas, saya jadi khawatir juga kalau nanti akan penuh dan menghambat pengabadian moment setelahnya. Maklum, memori smartphone saya tidak segede milik Huawei Nova 3i, Smartphone termurah di kelasnya dengan storage 128GB. Jadi, saat itu nggak bisa puas merekam-rekam video. Seandainya dulu storage smartphone saya sudah sebesar itu, mungkin saat ini saya bisa nyimak video stand up comedy rekaman sendiri dengan puas kalau saya lagi kangen suasana nonton dan camping kala itu.


Camping Stand Up Gunung di Lereng Merapi

MENGABADIKAN PERJALANAN YANG PENUH CERITA
Perjalanan di Yogyakarta nggak hanya sampai di Lereng Merapi saja, tetapi berlanjut eksplorasi Jogja juga. Terus selama perjalanan perlu diabadikan, nggak? Tentu saja. Karena saya nggak hanya terpacu pada tujuan, tetapi lebih ke proses dan perjalanannya itu sendiri. Kalau begitu artinya kita butuh kamera yang benar-benar mampu mengakomodasi moment biasa hingga luar biasa kita dengan baik. Tapi kan saya saat itu nggak punya kamera canggih baik itu mirrorless maupun DSLR yang bisa membuat foto nampak 'wow' dan menarik. Jadilah hanya menggunakan kamera smartphone seadanya tanpa bisa memberikan efek yang mengesankan dengan kejernihan tinggi dan efek bokeh seperti Huawei Nova 3i yang memiliki kelebihan Quad AI Camera, dua kamera depan dan dua kamera belakang.

dual camera AI via huawei.com


MENGATASI KEBOSANAN DALAM KERETA
Menempuh jarak jauh dari Jember ke Yogyakarta yang memakan waktu kurang lebih 10 jam perjalanan naik kereta tentu akan rawan bosan. Apalagi naik kereta ekonomi yang pasti ramai dan kalaupun lelah dan tertidur nggak akan bisa nyaman. Jadi, biasanya saya nggak akan tidur. Hal yang biasa saya lakukan adalah main game di dalam kereta. Nah, main game pun kalau smartphone kita nggak punya teknologi GPU Turbo yang mengoptimalkan kemampuan pemrosesan grafis, kadang game nggak berjalan mulus dan cepat. Kalau smartphone sudah panas karena game, kadang terjadi hang. Ujung-ujungnya akan makin bosan dan nggak menyenangkan perjalanannya.

for gaming via huawei.com


MENJADI LEBIH ELEGAN DAN TAMPIL OKE DENGAN MENCOBA SESUATU YANG BARU
Perjalanan itu mampu merubah pikiran kita, perkembangan mental kita, termasuk cara pikir kita tantang hal-hal baru. Saya selalu ingin menyambut hal-hal baru dengan antusias. Mengikuti perkembangan jaman yang baru tanpa meninggalkan budaya lama yang telah mengajari kita, seperti proses akulturasi budaya. Dalam teknologi pun, perkembangan selalu pesat. Begitu banyak hal baru yang hadir di depan mata. Sama halnya dengan disain cantik elegan Huawei Nova 3i yang memiliki tampilan fisik warna gradasi Irish Purple dan Hitam yang nampak kilau cemerlang. Sebuah inovasi yang out of the box dari kebanyakan pasaran smartphone masa kini.


Warna Irish Purple via nurulnoe.com


Warna Hitam via nurulnoe.com


Ah, kadangkala saya terkenang betul. Itu adalah keputusan jalan-jalan paling berani yang pernah saya lakukan pertama kali. Bahkan mungkin bagi orang lain ini hal yang begitu remeh. Dan tidak menyangka, dari keputusan itu lahir keputusan-keputusan lain yang membuat saya merasa teradiksi pada jalan-jalan sendirian yang nyatanya lebih menyenangkan dan full of experience.

5 November 2016 saat itu. Dengan fasilitas nonton stand up dan bermalam di tenda bersama peserta lain. Sejak awal saya tak ragu meskipun saya datang ke mari tanpa teman karena justru dari acara ini saya mendapat teman-teman baru yang sampai sekarang kami masih saling berkomunikasi jika ada acara serupa. Itulah salah satu rezeki yang akan kita dapat dari jalan-jalan, travelling, seperti halnya merantau.

Bepergianlah. Maka ada lima keutamaan untukmu
Melipur duka dan memulai penghidupan baru
Memperkaya budi, pergaulan yang terpuji,
serta meluaskan ilmu

(bagian dari bait syair-syair Imam Syafii 767-820 M dalam Rantau 1 Muara karya A. Fuadi)

Mendapat kawan baru


PERGI DENGAN HUAWEI NOVA 3I
Beberapa waktu lalu, ada kabar bahwa akan diadakan kembali acara komedi favorit saya itu di Yogyakarta pada akhir bulan November 2018 mendatang. Acara itu tak di lereng gunung lagi, tetapi di Hutan Pinus Mangunan. Wah, saya sudah membayangkan betapa seru dengan suasana baru dan pemandangan baru yang patut diabadikan di sana. Saya berharap bisa datang dan menyaksikan kembali, bertemu kembali dengan kawan-kawan yang dulu saya kenal di sana atau justru bertemu dengan kawan baru lagi. Juga memotret cerita lebih banyak lagi dalam genggaman digital.

Satu hal yang menarik dan akan mendukung harapan saya ini: Huawei Nova 3i mendukung lima pencahayaan kualitas studio yang salah satunya adalah pencahayaan panggung. Iya, nanti saat panggung acara komedi itu dimulai lagi, saya yakin akan mendapat hasil foto yang bagus dan memorable banget terutama kalau ingin selfie dengan komika-komika idola saya. Tampil percaya diri saat bertemu teman-teman baru karena disain cantiknya. Mendapat perjalanan yang menyenangkan tanpa takut bosan karena bisa main game dengan lancar karena powerful performance-nya, dan nggak perlu khawatir lagi perkara memori smartphone yang menipis. Ah, saya sudah tidak sabar menantang diri saya lagi untuk bepergian ke tempat baru.

"Bepergianlah" agar kita semakin merindukan rumah
di Stasiun Lempuyangan

Tak seperti dua tahun lalu saat itu, saya sekarang justru suka melakukan perjalanan sendiri. Saya sudah menjinakkan rasa takut.

Dari pengalaman perjalanan seperti ini saya belajar, "kemauan itu sedikit lebih di depan dari pada kemampuan." Jika kita mau, kita bisa terobos segala ketidakmungkinan. Toh, teknologi semakin maju, jika kita mau belajar dan memanfaatkannya dengan maksimal, hidup akan lebih mudah dan menyenangkan. Hampir semuanya tersedia dan terjangkau online. Apalagi dengan adanya smartphone Huawei Nova 3i kita tak perlu takut kehilangan momen menyenangkan yang bisa kita bidik dalam bentuk foto maupun video sebanyak-banyaknya.

Kenapa? Sebab rindu kadangkala muncul, dan mengobatinya perlu dengan menengok kenangan-kenangan itu dari gawai yang kita genggam.

Performancenya yang oke akan menunjang kebutuhan perjalanan mulai dari gerak cepat dalam memilih penginapan dadakan, order ojek online, mencari ATM terdekat atau menelusuri rute via google maps, dan penghilang kebosanan dengan mainkan games senyaman mungkin. Seorang pejalan pastilah paham dan membutuhkan itu.

Begitulah pengalaman saya yang akan saya kenang sampai saya tua nanti, pengalaman yang membuat saya keluar dari zona nyaman dan bahkan ketagihan. Ceritakan pada saya, adakah pengalamanmu yang paling terkenang sampai saat ini?

Tulisan ini diikut sertakan dalam giveaway di blog nurulnoe.com

Artikel Terkait

48 comments

Mendapat kawan baru setiap perjalanana itu memang kudu, cuma kadang ada yang jadi teman baik ada yang hari perjalanan saja.

Enak ya jadi anak tunggal nggak ada saingannya hehehe.....
Pasti seru nih mbak Ajeng keluar dari sona nyaman, naik kereta, tidur di tenda dsb...

Pengalaman seru solo traveling di Lombok selama 12 hari waktu bln juli yg lalu sebelum gempa, kalo ada yg lucu cengar cengir sendiri wkwkwk...

Banyak teman banyak rejeki ya kak Idris. Hehe

Benar mas Aris, tapi kadang kesepian nggak ada temen main. Pengen juga ngerasain gontok-gontokan sm sodara. Hihi

Waduh, cerita apa tuh? 😳

Wuah, Kak Veran dari Jember? Aku lagi kuliah di Jember nih, hehe

Aku juga suka sama komika Dodit. Tapi nggak sampe bela-belain ke Jogja sih.
Lahwong Dodit ke Jember aja aku gak nonton. hahaha

seru banget ya....
jadi pengen ikutan…..hehehe

Kalau orang intlektual itu gayanya beda, aspek humanis dan 'kompotisi' dipadukan. Jadinya berimbang. yang bacanya juga enak bangat..

Maksud saya tulisan jenis ini kadang saya pusing lihat aspek yang ditonjolkan hanya pada benda yang mau diceritakan, kalau ini berimbang. berarti yang menulis ini orang cerdas...

Wooi ade foto dengan artis sapa saja..kwkwk

Mbak Ajeng nggak mungkin kesepian, khan udh ditemenin dgn koleksi buku2 wkwkwk.

Solo traveling emang ada plus minusnya.

Saya sependapat dgn pak Guru Martin.

Iya Mas Aris, ternyata sepi adalah sahabat saya, di antara kami ada perjalanan dan buku-buku yg selalu mengelilingi. Hweheh

Hai, Kak Ros.

Wah, di kampus apa kah? Hehe saya sebenarnya bukan suka ke doditnya sih, itu hanya foto belaka. Kalau yg di Jember saya malah cm sekali lihat tahun 2015 apa ya dulu.

Iya Kak, seru dan rame hehe

Aih, kalau benar begitu sa senang Kaka (kalau memang bacanya jadi enak). Hehe, karena kalau sa sendiri baca tulisan yg full spesifikasi jadi tra bernyawa rasanya tulisannya, ya itulah fungsi kita sebagai seorang blogger yg mengaitkan dengan pengalaman kita. Bukan begitu Kaka?

Eeei sa ada satu foto deng abang komika timur idola sa kaka hahaha

Terima kasih mas aris 🙏😁

Asyiknya bisa nonton langsung stand up comedy begitu. Akyu juga pengen bisa, tapi nggak bisa-bisa hahaha. Perkemahannya itu keren.

Nanti sa akan suruh panitia buat laksanakan acara di Ende ya Kaka Tuteh :DD

Memang keluar dari zona nyaman, akan memberikan ke unikan tersendiri bagi kita yang menjalani. Tapi akan ada pengalaman baru yang kita dapatkan.

betul mas Alek, nggak perlu takut ya

standup di lereng gunung? wagila sih ini puasnya dobel: nonton komika yang emang udah diidolakan dan liat pemandangan (termasuk dekorasi panggung) yang sangat estetis! semoga semakin sering solo traveling ya mba, biar pengalamannya bisa dibagi di sini hehe :)

puas sekali Mba Arum. Banyak banget yang nampil. Heheh... Aamiin Mba Arum.

*Kenapa? Sebab rindu kadangkala muncul, dan mengobatinya perlu dengan menengok kenangan-kenangan itu dari gawai yang kita genggam*

ehh benern banget mbak, hehehe itu dari lihat2 foto di galeri jadi inget kenangan dari momen yg ada di foto tsb
Semoga di bulan November 2018 nanti bisa ikutan mantengin langsung stand up comedy dan mengabadikan dengan Huawei Nova 3i nya yah mbak hehee

Btw aku juga dari Jember mbak, temenya Mbak Rosa yan g di atas tuh hhee
Tapi nggak di kotanya, melainkan di desa di Jember Selatan hheee
Salam Kenal Mbake ^_^

Benar ade, berimbang jadi kesannya tidak mendewakan produk tetap lebih pada kebermanfaatan yang nyata dirasakan. Hebat ade...

Woii foto siapa tu kwk,.... si rambut gimbal alias Arie Kriting kah kwkwk, atau abdul #bukan abdul somad kwkkw

Halo, Mbak Khoirur Rohmah!

Iya, nih. Suka terkenang kalau lagi pengen di acara rame yang menyenangkan. Hihihi. Aamiin, semoga begitu Mbak. Makasih doanya yak :))

Hei, saya juga Jember bagian selatan loh. Kita tetanggaan. Hehe

Aih syukurlah kaka, biar lebih halus aja masuknya ke pembaca, betul kaka? Hihi..

Eh betul sekali ituuu sa tra bisa berkata-kata lagi. Itu sudah kaka guru. hehrhe

Menurut saya ya seperti itu ade, soalnya. soalnya sa paleng malas liat pace dan mace yang dong tulis macam bagini, tapi sio macam paksa sekali kah kwkwkkw #pendapatpribadi.. Damai ya..


Booo pace itu de bicara paling banyak su, tapi hebatnya dia menurut saya kritikannya tajam dan sangat kritis tetapi dikemas dengan komedi, sio sa suka sekali...kapan sa lagi ketemua sama dia e..kwkkw

Itu juga bae :p hahaha...

Sama dong kita kaka, hal itu justru bikin kita baca secara skimming, betul? heheh kurang lebih begitu lah.

Hahah setujuuu, rpribadinya juga rendah hati dan ramah. eh pernah ketemuan kah Kaka? hihihi

banyak juga hyang mengikuti acara camping di gunung merapi ino
alhamdulillah saya belum ada kenangan terindah di tempat wisata, tapi ada yang berkesan sampai sekarang masih teringat

betul kak, banyak dan rame. alhamdulillah setidaknya yang mengesankan selalu diingat ya kak.

Sekali keluar dari zona nyaman biasanya nnt keterusan hehehe...

Acara seperti ini memang menyenangkan, selain menikmati stand up di suasana berbeda, disitu juga bisa dapet kawan baru ya, Teh..

wew, pengalaman yang seru.. pasti bikin degdegan ketemu para idola hi..hi..

betul syekali mas andi heheh

seru abis mas indra hwehehe

itu saya rasakan mas aris, malah candu pada hal hal baru hehehe

aiii skimming materi Bahasa Indonesia dulu waktu SMA Kelas X euu kwkkw

Kalau saya lebih norak lagi, hampir dibilang tidak pernah ikut atau nonton hal-hal keramaian seperti itu. Entah kenapa, mungkin karena rasa takut dan grogi yang berlebihan. tidak percaya diri jika bertemu dengan orang banyak. Ah jadi pengen pinjam hapenya nih.

Stand Up comedy gunung , kapan lagi nih di gelar kak

mungkin mas jangkaru lebih nyaman di tempat yang nggak ramai ya mas. karena tempat ramai kadang menguras energi. sini mas tak kasih pinjam hapenya. hehe

tanggal 24 november nanti kak, tapi nggak di gunung lagi, di hutan tepatnya.

Lho...kok menantang diri sih...? Kenapa bukan menantang saya, ? Kan lebih seru kalau cewek nantang ngajak berantem sama cowok.. Ha... Ha... Ha...

OOT; suka banget sama layout/tema situs ini. Baru ya, Jeng!? :D qiqiqiqi.

Iyo kah, kak? Xixi terima kasih, Kak Tuteh. Iya nih baru, atas bantuan seorang kawan baik.

Kak, ayo kita berantem. Hahaha

Tanggal 24 November acara stand up comedy kak Ajeng bakalan hadir nonton lagi ya ?.
Kalau diadain di Yogya, ayook kak kita travelling bareng hehehe ..

Wah, ternyata anak tunggal ya ?.
Pasti deh dimanja banget 😁

Yup, betul mas himawan, semoga ada kesempatan ya. Heheh ayok lah. Eits, jangan salah, itu yang sering orang katakan pada saya tapi kenyataannya tidak begitu demikian. Hehe

jangan ...dong ntar jadi gawat...

heeemm...tapi ceritamu seru lhoo....bikin saya jadi kesemsem.....

Silakan tinggalkan jejak di sini :)
EmoticonEmoticon