Banyuwangi Selatan, Sentranya Buah Naga

Awalnya nggak mau ikut saat Bapak mengajak saya ke Banyuwangi, ke salah satu saudara kami untuk silaturahim. Bukannya apa, dua kali terakhir saya ke Banyuwangi melewati jalan berliku di Gunung Gumitir sebagai perbatasan Jember - Banyuwangi, saya mabuk kepayang. Hadeh. Coba dimabukkepayang karena cinta.

Tapi karena saya pikir selama tahun 2018 kemarin saya nggak banyak jalan-jalan, saya mau akhirnya. Yah, siapa tahu dapat konten blog. Seperti ini, yeah! Jadi, inilah cerita jalan-jalan saya di akhir tahun 2018 sehari sebelum pergantian tahun tepatnya.


Rumah saudara kami tepatnya di daerah Tegaldlimo, Banyuwangi. Sepanjang perjalanan di kawasan ini, tidak akan sulit menemui tanaman buah naga yang terletak di kebun-kebun khusus, pekarangan rumah, bahkan depan rumah pun jika ada tanah sempit kosong akan jadi tempat menjulurnya tanaman buah ini. Sungguh seperti harta di mana-mana.

Tanaman buah naga ini seperti kaktus. Bunga di setiap batangnya yang menjulur akan menjadi buah yang mirip bola api. Apakah ini yang kemudian dijadikan nama buah naga? Bentuk batang ke daunnya menyerupai naga panjang yang mengeluarkan api. (Okay, ini hanya teori saya belaka).


kebun buah naga dengan beberapa buah yang siap panen menunjukkan warna merah

Berjalan ke perkebunan buah naga walau dalam suasana yang panas siang hari, menjadi sejuk dan segar saat melihat buah-buah naga yang merah menggantung dan siap dipetik itu.

Memetik buah naga tidak serta merta menggunakan tangan kosong. Jika tanpa alat akan merusak pangkal buah dan membuatnya cepat busuk, kecuali jika akan kita nikmati langsung sembari menikmati udara segar di tengah kebun naga. Memotongnya menggunakan gunting khusus tanaman. Hal itu akan lebih aman serta tidak melukai tangan kita karena batang tanaman ini yang menjulur tersebut juga dipenuhi duri.

buah naga yang masih muda, berwarna hijau

Siap dipetik/dipotong sudah warna pink kemerahan
Tidak semua buah naga tumbuh besar dan optimal. Ada pula yang masih kecil, tetapi warnanya sudah merah dan bisa dikonsumsi. Yang kecil-kecil ini bisa dipetik dan dimakan langsung karena buahnya sekeceil bola bekel. Praktis dimakan langsung. Sementara yang besar isi dalamnya kira-kira berukuran sekepal tangan orang dewasa.

buah naga kecil yang dikupas langsung tanpa pisau

HARGA BUAH NAGA

Tentu saja ada perbedaan harga dari yang kecil dan yang besar. Di toko buah atau pedagang buah pinggir jalan, harga buah naga per kilonya bervariasi tergantung musim dan ketersediaan. Saat sedang musim-musimnya, harga bisa kurang lebih 2 kg Rp10.000,-. Saya bahkan pernah beli pada saat tidak terlalu musim, dengan harga sekilo Rp12.000 (dan karena saya asal ambil lalu timbang di kasir, tiba-tiba habis banyak untuk buah naga, aih, tidak cek harga dulu)

Harga dari petani buah naga langsung untuk ukuran yang besar Rp5.000,-/Kg. Untuk buah yang berukuran kecil harganya sangat fantastis jatuhnya, yakni Rp500,-/Kg. Buah yang kecil biasanya hanya dijual di kalagan penjual jus buah. Walau kata saudara saya untuk buah yang kecil tidak layak, menurut saya tetap saja enak dan manis, tidak beda jauh dari yang berukuran besar.

Buah naga ukuran kecil

makan buah naga kecil bagai makan eskrim

Buah naga ada pula yang berwarna putih isinya, tetapi jarang ditemukan. Saya pikir harganya lebih mahal karena lebih susah ditemukan, tetapi tidak. Menurut petani buah naga di sini, harga buah naga warna putih tetap lebih murah. Hanya saja masyarakat di sini lebih banyak membudidayakan buah naga merah.

Untuk rasa buah ini manis dan sedikit asam (kecut). Hati-hati saat memakannya karena bisa saja airnya yang merah keunguan tersebut menetes di baju kita. Bibir dan gigi pun sejenak akan memerah karena buah ini. Setelah mengkonsumsi buah ini, jangan khawatir jika saat buang air kecil warnanya memerah. Haha...

Buah ini bisa dimakan langsung setelah dari pohonnya dengan mengupas kulitnya langsung. Juga bisa dengan membelah tengahnya dengan pisau dan dimakan menggunakan sendok. Atau bisa juga dengan mengirisnya kecil-kecil untuk dimakan pakai garpu. Untuk mendapatkan rasa yang lebih segar, simpan buah naga yang belum dikupas (yang masih utuh) di dalam kulkas. Saat akan memakannya baru dikupas atau dipotong sehingga daging buahnya tidak layu dan tetap segar.

bisa juga disajikan dengan dipotong-potong (kanan) atau dimakan dengan sendok (kiri)

Nah, itulah perjalanan saya ke Banyuwangi memetik buah naga dan  menikmati hingga puas. Teman-teman suka buah naga, tak? Bagaimana tentang buah naga di daerah tempat tinggal teman-teman?

11 comments :

  1. Enak tuh dicampur jadi sop buah atau juga jadi jus

    ReplyDelete
    Replies
    1. pernah coba nih pasti Bang Day

      Delete
    2. Selain dimakan langsung enak, Buah naga juga banyak mengandung nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh lhoo

      Delete
    3. Dik admin? bisakah datang kerumah bawakan buah naga? nanti tak kasih sesuatu....maukan ?

      Delete
    4. Bisa Kak Triknews, mohon kirimkan tiket dan dana akomodasi untuk saya. Meluncur segera. Hehehe

      Delete
  2. Setelah baca artikel ini baru tahu ternyata ada buah naga berdaging buah putih dan juga yg berukuran mini....
    Kalau rasa buah Naga emang agak unik dibandingkan dgn buah lainnya ya mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mas Aris. Rasanya cenderung manis dengan sedikit asam, mirip-mirip stroberi, tapi kalau stroberi lebih ke kecutnya menurut saya. Hehe. Iya, Mas, ada yang berdaging putih, sayang sekali saat itu sedang tidak tersedia.

      Delete
  3. saya buah buah naga yang dijus
    lebih nikmat rasanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Kak, saya juga setuju itu. :D

      Delete
  4. Lempar sini, Jeng, buah naganya. Hehehe.

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan jejak di sini :)

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates