Stay at Home Sambil Nonton 8 Film Indonesia tentang Perjalanan Ini, Yuk!

Stay at home hari ke berapa ini?

Kelamaan di rumah karena covid-19, orientasi waktu saya jadi sempat kabur beberapa waktu lalu. Beberapa orang di media sosial mengunggah status kalau mereka lupa hari. "Alah, masa sih?" Saya nggak percaya dalam hati. Sampai pada suatu malam saya bertanya ke Papah.

"Loh, Papah kok nggak yasinan (ngaji malam jum'at)?"

"Ya, nggak lah!" Jawab beliau.

Saya tanya balik lagi, "Lah kenapa?"

"Ini kan malam minggu."

Kemudian saya melipir. Antara malu dan mau ketawa. Betapa perbedaan malam jum'at dan malam minggu itu cukup jauh, kan, sebenarnya. Kok bisa-bisanya saya tidak berpindah di orientasi malam jum'at.

Jangankan pergi jalan-jalan liburan, nonton dan kulineran atau sekedar hangout sudah terbatas. Yang suka jalan-jalan, pastilah bosan dan sudah kepengen banget keluar dari sangkar. Walaupun saya orang introvert yang nyaman-nyaman saja mengurung diri di kamar seharian bahkan semingguan, rasanya kangen jalan-jalan.

Biar nggak bosen di rumah, saya mau rekomendasikan 8 film Indonesia yang bertema jalan-jalan dan travelling favorit saya. Mungkin beberapa sudah teman-teman tonton. Ini dia listnya:

1. Trinity the Nekad Traveler (2017)

Nonton film ini beneran terasa segar seakan ikut jalan-jalan. Bagaimana tidak, di opening saja sudah disuguhi sceen bersantai di laut. Diangkat dari kisah nyata perjalanan Trinity, traveler perempuan yang ingin menuntaskan bucket listnya. Di film ini kita bisa melihat destinasi indah di beberapa tempat di Lampung, Makassar, hingga Filipina dan indahnya Maldives. Lebih tepatnya shooting di 3 negara 6 kota.

Disusul juga film keduanya tahun 2019 dengan judul yang hampir mirip, Trinity Traveler (2019) yang sama-sama disutradarai Rizal Mantovani.



2. 3 Hari untuk Selamanya (2007)

Premisnya sebenarnya sederhana. Ambar dan Yusuf (dua orang sepupu) diminta untuk mengantarkan perkakas dari Jakarta ke Yogyakarta via jalur darat agar tidak pecah. Cerita kompleks terjadi selama perjalanan mereka. Film ini banyak di scene di mobil. Percakapan mengalir begitu saja antara Ambar dan Yusuf. 

Selayaknya sebuah perjalanan, banyak hal yang bisa diambil sebagai pelajaran. Menonton film ini membuat saya menikmati pemberhentian-pemberhentian mereka selama perjalanan.



3. Laskar Pelangi 2 - Edensor (2013)

Lanjutan dari film Laskar pelangi yang berlatar di Belitong. Perjalanan kembali dimulai. Ikal dan Arai melanjutkan studinya di paris dan ingin menjelajah dunia. 

Selain ikut merasakan sensasi bagaimana tinggal dan menimba ilmu di luar negeri dengan susah dan serunya, penonton juga diajak mendengar puisi dan kata-kata Ikal yang kaya dengan diksi-diksi alam dan sains.



4. Ada Apa dengan Cinta? 2 (2014)

 Tidak hanya berkisah soal percintaan Cinta dan Rangga yang nggak ada ujungnya, film ini membawa kita menikmati destinasi wisata menarik di Jogja. Pasar Beringharjo, Klinik Kopi, Pameran, Candi Ratu Boko, hingga ke Puntuk Setumbu. Di Film ini juga kita tahu perbedaan liburan dan travelling.



5. Negeri Van Oranje (2015)

 Kisah persahabatan pelajar dari Indonesia di negeri kincir angin. Ada kisah cinta, persahabatan, pendidikan, dan tentu beberapa jalan-jalan bareng mereka.



6. Laura dan Marsha (2013)

Perjalanan seringkali mengujimu terutama saat bersama partner perjalananmu. Laura yang terencana dan teratur, harus menyesuaikan diri dengan Marsha yang spontan dan enjoy tanpa banyak rencana.

Pergi dari tempat satu ke tempat lainnya di Eropa dan menyelesaikan masalah yang hadir. Di film ini pada akhirnya dua karakter yang 180 derajat berbeda menemukan titik temu dan saling mencoba memahami.



7. Susah Sinyal (2017)

Film garapan Ernest Prakasa tak pernah gagal menghibur penonton melalui drama komedinya, setidaknya bagi saya sendiri. Susah Sinyal mengambil latar di Sumba. Sumba dijadikan sebagai destinasi Ibu dan Anak (dalam film) yang sedang quality time dan membangun kembali hubungan yang renggang. 

Dilengkapi aksi para komika yang menghiasi peran di film ini. Adegan-adegan serius dengan cepat mendadak kocak. 



8. 99 Cahaya di Langit Eropa Part 1 (2013) dan Part 2 (2014)

Mempelajari sejarah dengan menelusuri jejak-jejak Islam masa lalu di Eropa. Di film ini, seperti mengikuti tour guide yang akan memandumu dan menjelaskan sejarah tempat-tempat penting dari sungai, museum, menara eifel, hingga patung napoleon. Dan kesemuanya terhubungan dengan jejak sejarah Islam.



Intermeso: Wah, ngomong-ngomong, 4 dari 8 film di atas dibintangi oleh satu aktris favorit saya, Adinia Wirasti. Ada yang tahu film mana saja? Saya suka dengan perannya yang rata-rata punya karakter keras, kuat, dan bebas.

Itu sedikit review dan rekomendasi film Indonesia bertema perjalanan yang saya suka. Mungkin ada yang terlewat atau teman-teman punya rekomendasi lain, yuk share di kolom komentar di bawah biar makin banyak referensi kita. Semoga stay at home tidak membuatmu bosan, ya.

Sumber gambar:
Official Trailer on Youtube
Trinity Traveler via Youtube/TujuhBintangSinema
3 Hari untuk Selamanya via Youtube/FlikTV
Edensor via Youtube/Falcon
AADC?2 via Youtube/MilesFilm
Negeri Van Oranje via Youtube/Falcon
Laura dan Marsha via Youtube/MuvilaTrailerID
Susah Sinyal via Youtube/StarvisionPlus
99 Cahaya di Langit Eropa via Youtuube/Falcon

7 comments :

  1. AADC 2 dan LP 2 minggu kemaren nonton di TV. AADC2 saat tayang kemaren malah trending di twitter. Banyak yang baper ternyata.

    film 3 hari unt selamanya mengingatkan saya film six day seven nights. Saya suka ma aktrisnya, tapi trs saya patah hati krn katanya dia gak suka cwo wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. apa benar begitu, Bang Day? Hmmm... tapi saya tetep suka ehe

      Delete
    2. apanya yang benar begitu?

      Delete
    3. lha seru kalo mba ajeng malah gak suka cwo :)

      Delete
  2. Kelamaan WFH emang bikin lupa hari, saya ngalamin kek gini juga.

    ReplyDelete
  3. film trinity sampe muncul 2 kali belum sempet nonton full, waktu tayang di tv juga nggak bisa enjoy nonton, jadi nggak ngerti juga critanya
    yang penasaran sebenernya negeri van oranje ini, karna dulu baca novelnya dan emang suka dan udah imajinasi pasti negaranya bagus bagus, ngebayangin seandainya ada filmnya, ehh dibuat beneran ternyata

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan jejak di sini :)

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates